ayub


(Ayub 7:16).
Ayub dengan jujur berbicara kepada Allah tentang rasa ketidak-adilan, penolakan dan keragu-raguan yang dialaminya. Ia bahkan berharap Allah akan membiarkannya (7:16-19), sekalipun pada saat lainnya ia mendambakan Allah berbicara kepadanya (14:15; 23:3,5). Orang percaya yang sedang mengalami pencobaan dan penderitaan berat hendaknya mengungkapkan perasaan mereka secara terbuka kepada Allah dari hati mengenai kepedihan dan kesedihan dengan sikap pasrah tidaklah salah. Hana mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan karena kesusahan dan sakit hati yang berat (1Sam 1:13-16). Yesus sendiri mempersembahkan “doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia” (Ibr 5:7), dan ketika hendak mati Ia mengalami kegelapan yang tidak terlukiskan karena dipisahkan dari Allah (Mat 27:46). Selamat pagi…….Yesus sahabat sejatimu..=-)
dari Lianawati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s