jiwa besar


BELAJAR BERJIWA BESAR
————————
Ingat pertandingan piala dunia kemarin antara Brazil dan German.
Pertandingan yang berakhir 1-7 itu tetap kita nikmati sampai peluit pertandingan selesai dibunyikan.
Bayangkan bila ditengah pertandingan, lalu Brazil yang mulai menyadari kekalahannya, dan tiba-tiba meninggalkan lapangan sesuka mereka. Atau mereka hanya mau melanjutkan bila diulang dari awal dengan skor 0-0

Didiklah juga anak-anak kita saat bermain catur untuk sportif. Jangan sampai bila sudah mulai merasa terpojok dan merasa kalah, lalu seenaknya memberantakan papan caturnya.
Dia wajib bertanding sampai selesai skak mat bahkan bila si Raja tinggal sendirian karena sudah “ditinggal” oleh para pendukungnya.
Ajarkan anak-anak kita sejak kecil bahkan dari suit jari, hompimpah, petak umpet, catur, bulutangkis, sepakbola dan permainan olahraga apapun, itu semua mendidik kita untuk bermain, untuk menikmati permainan dan tetap tersenyum menerima kekalahan dan bukannya membenci lawan mainnya. (Revolusi Mental memang sangat dibutuhkan)
Dalam setiap permainan dan pertandingan, tetap selesaikan tugasmu bermain dan bertanding dengan jiwa besar walaupun menghadapi kekalahan, “Bermain dan bertanding bukan hanya untuk selalu menang sendiri saja, tetapi juga untuk saling belajar.
Lawan mainmu sebenarnya justru teman belajarmu”
dari Wahyudi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s