hadir Yesus Kristus


Ayub 23:3).Sepanjang pengalaman penderitaan Ayub, kerinduannya yang terbesar adalah akan kehadiran Tuhan.
(1) Ayub jarang menyebutkan kehilangan kekayaan, ia hampir tidak menyinggung kesedihannya yang mendalam atas kehilangan semua anaknya; kehilangan kehadiran Allah-lah yang diratapinya. Di tengah segala kesengsaraannya ia ingin bertemu dengan Allah dan berhubungan dengan Dia lagi (band 13:24 ; 16:19-21; 29:2-5).
(2) Kerinduan akan Allah semacam ini seharusnya menjadi ciri khas semua orang percaya sejati. “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah , kepada Allah yang hidup . Bilakah aku boleh datang melihat Allah?”( Mazmur 42:2-3). Kemudian, “Ya Allah, Engkaulah Allahku , aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu seperti tanah yang kering dan tandus , tiada berair” (Mazmur 63:2)
dari Lianawati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s