4 fungsi mama yang kamu perlu tahu

4 fungsi mama yang kamu perlu ketahui

 

picturep

Iklan

Renungan Cermin pribadi : hitunglah penderitaan yang kamu alami, menjadi sukacita

Bacaan: Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. —Yakobus 1:2 (yak 1:2  My brethren, count it all joy when ye fall into divers temptations)

Renungan : Setiap manusia yang percaya Yesus dan tidak percaya Yesus, pasti menghadapi masalah / penderitaan / tantangan / situasi sulit. Dari lahir hingga meninggal, dari kecil hingga besar, kita mengalami penderitaan. Ada beberapa penderitaan yang sangat berat dan ringan. Penderitaan menjadi sangat berat, karena di lihat melalui mati fisik. Hal yang dapat dirasakan oleh indera manusia. Ada orang yang menanyakan terus tentang kenapa keadaan penderitaan ini, sepertinya tidak pernah habisnya, bergelombang terus menerus, seperti ombak yang terus bermain ke pantai, batu karang, mendebur selalu.

Wajar bagi manusia menanyakan itu, kenapa penderitaan menjadi sahabat terbaik bagi manusia itu?. Seharusnya pertanyaan itu menjadi berbeda bagi orang yang percaya Yesus Tuhan, pasti dan pegang janji-Nya bahwa Dia tidak akan pergi jauh dari kamu, Dia selalu beserta kita. Pertanyaan itu berubah bentuk menjadi aku tahu Engkau ada bersama saya melewati penderitaan ini, agar saya bisa tambah kuat di dalam dunia ini. Ayat ini sangat menghibur dan menenangkan hati dan menegaskan sekali lagi, bahwa penderitaan yang kita alami harusnya menjadi sukacita. Ada saja orang yang selalu berlebih dalam memberi dalam hal rohani/perhatian dan fisik/materi, yang tentu akan memenuhi ayat 2 kor 8:14  Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.

Komitmen : aku mau menghitung penderitaan saya, untuk mengingat setiap pertolongan Yesus Tuhan

Pertanyaan diri sendiri : sudahkah saya pernah menghitung penderitaan saya ?. Tuhan Yesus mengasihi

Renungan Cermin pribadi : Tujuh perkara yang harus dilarang ada pada kamu

 

Bacaan: ams 6:16  Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: 17  mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, 18  hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, 19  seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.ams 6:16  These six things doth the LORD hate: yea, seven are an abomination unto him: 17  A proud look, a lying tongue, and hands that shed innocent blood, 18  An heart that deviseth wicked imaginations, feet that be swift in running to mischief, 19  A false witness that speaketh lies, and he that soweth discord among brethren

Renungan : yang dilarang ada pada kita dari Tuhan Yesus : 1.mata sombong, 2.lidah dusta, 3.tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, 4.hati yang membuat rencana rencan yang jahat, 5.kaki yang segera lari menuju kejahatan, 6.saksi dusta yang menyemburkan kebohongan, 7.menimbulkan pertengkaran saudara.

Kesemuanya ini berhubungan dengan orang lain. Tuhan Yesus mau kita itu mengasihi orang lain, seperti diri sendiri ( Mat 22:39  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Kamu ), hukum ini didasarkan atas hukum yang pertama ( Mat 22:37  Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 22:38  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama ).

Mengasihi Tuhan Yesus, itu di buktikan dengan mengasihi sesama manusia. Adalah omong kosong kalau kamu berkelakuan tidak mengasihi sesama manusia, dan bilang mengasihi Dia. Sayangnya banyak banget orang percaya Yesus, yang tidak menerapkan ini, tidak mau menjalankan, tidak mau tahu ini, yang tidak mau mengajarkan ini.

Menjadi orang percaya Yesus, haruslah kembali kepada alkitab, firman Tuhan, yang hanya mengenal hitam dan putih. Pikirkanlah.

Komitmen : mari kita mengasihi sesama manusia, dengan kasih yang murni, kasih kepada Tuhan Yesus

Pertanyaan diri sendiri : sudahkah saya menjalankan perintah firman Tuhan ?. Tuhan Yesus mengasihimu

Renungan Cermin pribadi : apakah kamu tahu apa yang terjadi hari esok ?

 

Bacaan: yak 4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.  4:14 hereas ye know not what shall be on the morrow. For what is your life? It is even a vapour, that appeareth for a little time, and then vanisheth away.

Renungan : ada kalimat yang sangat menguatkan kita untuk mengandalkan Tuhan Yesus, “tidak tahu apa yang akan terjadi besok” dan “hidup seperti uap”. Jika ayat tersebut sudah jelas, kenapa banyak dari kita yang khawatir tentang hari esok ?. jawabannya bisa kita jawab sendiri sendiri dalam hati.

Hari ini sehat, besok sakit, lalu masuk rumah sakit, lalu meninggal, atau keadaan yang lainnya. Kita harus sadari bahwa jika setiap ulang tahun, umur saudara berkurang, bukan bertambah. Jadi harus menjadi terang dalam kehidupan kita, benar benar melakukan firman Tuhan. Memang jalan pasti penuh dengan batu batu besar, yang menyebabkan kita berputar arah, hanya itu tidak menjadikan alasan untuk tidak menjadi benar.

Kenyataannya adalah banyak saja orang yang menghambur hamburkan hidupnya untuk kesia siaan, kejahatan, dan lain lain yang tidak benar. Apalagi kita yang sudah berada dalam jalan benar, seharusnya tidak menghamburkan hidupnya, menjadi sama dengan dunia. Firman berkata berubahlah menurut pembaharuan budimu oleh firman Tuhan (roma 12:2).

Komitmen : mari kita merenungkan hidup yang benar menurut firman Tuhan, bukan lagi menjadi sama dengan dunia

Pertanyaan diri sendiri : sudahkah saya merenung ??

Renungan Cermin pribadi : apakah kamu tahu apa yang terjadi hari esok ?

Bacaan: yak 4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.  4:14 hereas ye know not what shall be on the morrow. For what is your life? It is even a vapour, that appeareth for a little time, and then vanisheth away.

Renungan : ada kalimat yang sangat menguatkan kita untuk mengandalkan Tuhan Yesus, “tidak tahu apa yang akan terjadi besok” dan “hidup seperti uap”. Jika ayat tersebut sudah jelas, kenapa banyak dari kita yang khawatir tentang hari esok ?. jawabannya bisa kita jawab sendiri sendiri dalam hati.

Hari ini sehat, besok sakit, lalu masuk rumah sakit, lalu meninggal, atau keadaan yang lainnya. Kita harus sadari bahwa jika setiap ulang tahun, umur saudara berkurang, bukan bertambah. Jadi harus menjadi terang dalam kehidupan kita, benar benar melakukan firman Tuhan. Memang jalan pasti penuh dengan batu batu besar, yang menyebabkan kita berputar arah, hanya itu tidak menjadikan alasan untuk tidak menjadi benar.

Kenyataannya adalah banyak saja orang yang menghambur hamburkan hidupnya untuk kesia siaan, kejahatan, dan lain lain yang tidak benar. Apalagi kita yang sudah berada dalam jalan benar, seharusnya tidak menghamburkan hidupnya, menjadi sama dengan dunia. Firman berkata berubahlah menurut pembaharuan budimu oleh firman Tuhan (roma 12:2).

Komitmen : mari kita merenungkan hidup yang benar menurut firman Tuhan, bukan lagi menjadi sama dengan dunia

Pertanyaan diri sendiri : sudahkah saya merenung ??

Renungan Cermin pribadi : yang kelihatan itu menentukan karakter kamu

Bacaan:

2 kor 4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

2kor 4:18  While we look not at the things which are seen, but at the things which are not seen: for the things which are seen are temporal; but the things which are not seen are eternal.

Renungan :

Benda yang kelihatan mata fisik, bisa menarik kita kepada kebenaran firman Tuhan atau dosa. Setelah sekian lama ikut Tuhan Yesus, yang kelihatan paling banyak menggoda kita untuk berbuat dosa lebih banyak daripada  berbuat kebenaran. Hanya seiring waktu, kita pasti bisa mengatasi apa yang kelihatan itu, menjadi kebenaran firman Tuhan.

Sudah jelas kita harus menanamkan firman Tuhan ke dalam karakter dan membangun tindakan kamu sesuai firman. Apa yang tidak keliatan, harus ditunjukkan artinya kelihatan oleh orang lain. Tuhan Yesus mengajarkan jadilah terang, karakter dari terang itu, keliatan oleh orang lain atau sekitarnya (mat 5:14).

Banyak dari orang percaya Yesus Tuhan, tidak pernah mau untuk menjadi terang. Mereka memilih untuk beriman saja, yang mana dalam yakobus 2:18 Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.” Mereka tidak bisa dinilai untuk menjadi pengikut Yesus Tuhan. Dalam ayat ini perbuatan dari iman, yang akan menjadi terang dunia. Menjadikan karakter kita berguna bagi orang lain.

Yesus Tuhan tidak kelihatan, Dia kekal, karena itulah Dia harus ada di dalam manusia yang percaya, agar perbuatan atas nama Dia, bisa terlihat oleh orang lain. Dia yang kekal, begitu menarik manusia, hanya bagaimana kita menjadi utusannya untuk menyampaikan terang itu ?.

Komitmen : marilah kita berkomitmen untuk menjadikan perbuatan kita, yang berasal dari firman Tuhan, untuk menjadi terang bagi dunia ini.

Pertanyaan diri sendiri : sudahkah perbuatan saya menjadi terang ?